Pengumpan:
Tulisan
Komentar

Impedansi speaker

Impedansi speaker mobil biasanya sekitar 4 Ohm, speaker home audio biasanya sebesar 8 Ohm. Speaker dengan impedansi tertentu tidak mempengaruhi soal kualitas secara keseluruhan, baik 8 ohm, 4 ohm, maupun 16 ohm.

Untuk amplifier solid state, pada umumnya dirancang dapat menangani speaker dengan impedansi 4 – 8 ohm. Sedangkan untuk amplifier tabung, memang dirancang hanya menangani impedansi yang disarankan. Misalnya untuk speaker dengan impedansi 8 ohm, maka harus matching dengan amplifiernya yang juga memiliki impedansi keluaran sebesar 8 ohm. Jika ingin digunakan speaker 4 ohm, amplifiernya juga harus di-switch pada jalur keluaran 4 ohm (kebanyakan amplifier tabung memiliki fasilitas tersebut).

Impedansi headphone dan earphone

Umumnya earphone, headphone, IEM, earbud pake impedansi 16-32 ohm. Semakin besar impedansi suatu headphone, daya yg dibutuhkan semakin besar. Untuk headphone dengan impedansi besar, perlu digunakan komponen pendukung, yaitu amplifier. Headphone terintegrasi yang telah dilengkapi dengan amplifier mampu memenuhi kebutuhan daya setiap headphone hingga 600 Ohm sehingga tidak memerlukan amplifier tambahan.

Daya

teorema-transfer-daya-maks-11

Teorema transfer daya maksimum :

Sebuah sumber tegangan bebas yang terhubung seri dengan sebuah resistansi RS, atau sebuah sumber arus bebas yang terhubung paralel dengan sebuah resistansi RS, akan mengirimkan daya maksimum ke beban RL jika RL = RS.


Pembuktiannya:

Untuk sumber tegangan praktis, daya yang dikirim ke beban RL dirumuskan sebagai

teorema-transfer-daya-maks-2Untuk mencari nilai RL yang dapat menyerap daya dalam jumlah maksimum dari sumber praktis yang diberikan, kita dapat mendiferensiasikan atau menurunkan persamaan di atas terhadap RL yaitu

teorema-transfer-daya-maks-31 dan menyamakan turunan yang diperoleh dengan nol sehingga diperoleh

teorema-transfer-daya-maks-4atau

teorema-transfer-daya-maks-5 maka, daya maksimum yang dihasilkan saat RS = RL sebesar

teorema-transfer-daya-maks-6

Jika 2 headphone yang sama diparalel, maka besar RL akan menjadi setengahnya sehingga akan terjadi penurunan daya sebesar (P1 adalah kondisi ideal)

teorema-transfer-daya-maks-7 Jika 2 headphone yang sama diseri, maka besar RL akan menjadi dua kalinya sehingga akan terjadi penurunan daya sebesar

teorema-transfer-daya-maks-8

sumber:

http://otostereo.info/home.php?link=article&a_id=297

http://rentalonline.blogspot.com/2007/12/mengenal-impedansi-speaker_04.html

http://forum.cross-written.com/ask-rocker-hardwares-gadgets-consultancy-t34.html

http://books.google.com/books?id=U8i3nlBnfs0C&pg=PA131&lpg=PA131&dq=teorema+transfer+daya+maksimum&source=bl&ots=1QH8KIp8a-&sig=wu-Dmfd2IrofjnNxmm5JB5G8Upk&hl=en&ei=J-u3SZ3XLZWukAWNpbzoCQ&sa=X&oi=book_result&resnum=6&ct=result#PPA130,M1

Arus Listrik (Electrical Current)

Arus listrik terjadi karena adanya aliran elektron dimana setiap elektron mempunyai muatan yang besarnya sama. Muatan sebuah elektron dinyatakan dengan satuan coulomb, yaitu sebesar

q = 1,6 x 10-19 coulomb.

Pada dasarnya dalam kawat penghantar terdapat aliran elektron dalam jumlah yang sangat besar, jika jumlah elektron yang bergerak ke kanan dan ke kiri sama besar maka seolah-olah tidak terjadi apa-apa. Namun jika ujung sebelah kanan kawat menarik elektron sedangkan ujung sebelah kiri melepaskannya maka akan terjadi aliran elektron ke kanan (tapi ingat, dalam hal ini disepakati bahwa arah arus ke kiri). Aliran elektron inilah yang selanjutnya disebut arus listrik.

Simbol dan persamaan: I atau I, dengan i= dq/dt.

Satuan:

Satuan yang dipakai adalah ampere (A), dimana 1 ampere = 1coulomb/detik.

Tegangan Listrik (Voltage)

Yang menentukan seberapa besar arus yang mengalir adalah besarnya beda potensial. Jadi, untuk sebuah konduktor semakin besar beda energi potensial dari sebuah medan listrik, akan semakin besar pula arus listrik yang mengalir.

Beda potensial diukur antara ujung-ujung suatu konduktor. Namun kadang-kadang kita berbicara tentang potensial pada suatu titik tertentu. Dalam hal ini kita sebenarnya mengukur beda potensial pada titik tersebut terhadap suatu titik acuan tertentu. Sebagai standar titik acuan biasanya dipilih titik tanah (ground).

Baterai atau aki (accu) mempunyai energi kimia yang siap diubah menjadi energi listrik. Jika baterai tidak digunakan, maka tidak ada energi yang dilepas, tapi perlu diingat bahwa potensial dari baterai tersebut ada di sana.

Simbol dan persamaan : V atau v, dengan v=dw/dq.

Satuan :

Satuan yang dipakai adalah volt (V), dimana 1volt = 1 Joule/coulomb.

Daya (Power)

Misalkan suatu potential v dikenakan ke suatu beban dan mengalirlah arus i. Energi yang diberikan ke masing-masing elektron yang menghasilkan arus listrik sebanding dengan v (beda potensial). Dengan demikian total energi yang diberikan ke sejumlah elektron yang menghasilkan total muatan sebesar dq adalah sebanding dengan v ´ dq.

Energi yang diberikan pada elektron tiap satuan waktu didefinisikan sebagai daya.

Simbol dan persamaan: P atau p dengan p =v(dq/dt) = vi.

Daya listrik mengalir di manapun medan listrik dan magnet berada di tempat yang sama. Contoh paling sederhana adalah rangkaian listrik, yang sudah dibahas sebelumnya. Dalam kasus umum persamaan p = vi harus diganti dengan perhitungan yang lebih rumit, yaitu integral hasil kali vektor medan listrik dan medan magnet dalam ruang tertentu. Hasilnya adalah skalar, karena ini adalah integral permukaan dari vektor Poynting.

Satuan :

Daya dinyatakan dengan satuan watt (W) dimana 1 watt = 1 volt ampere = 1 Joule/detik.

Sumber :

http://henryranu.files.wordpress.com/2007/12/arus-dan-tegangan.pdf

http://id.wikipedia.org/wiki/Daya_listrik

http://id.wikipedia.org/wiki/Tegangan_listrik

kesetrum1Seperti yang kita tahu, arus listrik adalah aliran elektron. Semua arus listrik akan menjalani siklus mulai dari tempat dia berangkat (di pembangkit listrik) lalu “melewati” alat-alat listrik, dan kemudian berakhir di bumi (ground). Misalkan kamu lagi berdiri di atas “bumi” dan memegang kabel berarus listrik, maka yang terjadi adalah arus listrik akan “melewati” tubuh kamu karena itulah jalan tercepat menuju bumi, alias kamu kesetrum.

Dengan konsep “jalur cepat” tadi, “kesetrum” bisa dihindari dengan cara memotong jalan, seperti dengan menggunakan sendal karet atau benda insulator lainnya.

http://b0cah.org/index.php?option=com_content&task=view&id=242&Itemid=56

EFEK KESETRUM

Listrik bertegangan bisa menimbulkan kerusakan tergantung dari seberapa besar arus atau tegangannya. Berikut ini contoh akibat yang dapat ditimbulkan dari kesetrum:

Current Level

Effect

1 mA

Sensation that shock is occurring

5 mA

Upper limit of safe or harmless range

10-20 mA

Let-go threshold: flexor muscles are stronger than the extensor muscles; subject cannot shake loose from the shock source; perspiration

30-40 mA

Tetany: sustained muscle contraction and cramping

50-70 mA

Extreme pain, physical exhaustion, fainting, irreversible nerve damage; possibility of ventricular fibrillation (heart); respiratory arrest with possible asphyxiation

100 mA

Ventricular fibrillation (heart) and death if the current passes through the body trunk

>100 mA

Fibrillation, amnesia, burns, severe electrolysis at contact sites

>5 A

Little likelihood of survival

Electric Shock Current Levels and Physiological Effects (AC 60 Hz)

http://books.google.com/books?id=DSHSqWQXm3oC&pg=PA2198&lpg=PA2198&dq=shock+physiological+effects&source=bl&ots=o_KRIKMI9Q&sig=b3RfXPanD-aEx_5gjrKyjr7k-kQ&hl=en&ei=7n-bScSwGpD67AOn8KzMAw&sa=X&oi=book_result&resnum=2&ct=result#PPA2198,M1

LEBIH BAHAYA KESETRUM AC ATAU DC?

Direct current (DC) bergerak dengan gerakan kontinu melalui konduktor. Ini membuat DC dapat menyebabkan muscular tetanus dengan mudah. Alternating current (AC) gerakannya bolak-balik (seperti gelombang sinus) sehingga ada saat-saat tertentu otot yang sakit karena kesetrum merasa rileks (saat arus “berada pada titik nol”). Saat otot rileks tersebut, orang yang kesetrum punya kesempatan untuk melepaskan diri dari sumber listrik. Dengan demikian, DC dapat membuat korban kesetrum “froze on the circuit” yang menyebabkannya lebih berbahaya daripada AC.

Walaupun demikian, AC lebih mungkin menyebabkan jantung korban dalam kondisi fibrillation. Setelah kesetrum, “frozen” heart lebih mungkin berdenyut normal kembali daripada fibrillating heart. Dengan berdasarkan pada hal ini, peralatan “defibrillating” yang digunakan unit gawat darurat di rumah sakit menggunakan DC.

Jadi, kesimpulannya… kesetrum AC maupun DC sama-sama berbahaya, tergantung besar tegangannya.

http://www.allaboutcircuits.com/vol_1/chpt_3/2.html

BURUNG-BURUNG KOK GA KESETRUM?

Terkait dengan pengertian kesetrum, burung-burung yang bertengger di kabel ga kesetrum karena mereka bukanlah “jalan tol” bagi arus listrik untuk menuju bumi. Mereka ibarat jalan buntu (burung tidak memberi jalan dari kabel ke tanah).

Satu hal lagi, kaki-kaki burung juga relatif berjarak dekat, sehingga tidak ada perbedaan energi antara kaki satu dengan yang lainnya. Dalam beberapa kasus,  jika kita kebetulan berada di alam terbuka dengan hujan lebat dan disertai petir, janganlah berlari, karena “tegangan langkah” yang terjadi antara kedua kaki kita akan memberikan ancaman jika kebetulan ada petir menyambar pohon tidak jauh dari tempat kita. Arus listrik yang lewat di bawah kita akan “berpindah” dari kaki satu ke kaki yang lain, dan kita pun “kesetrum”

http://b0cah.org/index.php?option=com_content&task=view&id=242&Itemid=56

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.