Seperti yang kita tahu, arus listrik adalah aliran elektron. Semua arus listrik akan menjalani siklus mulai dari tempat dia berangkat (di pembangkit listrik) lalu “melewati” alat-alat listrik, dan kemudian berakhir di bumi (ground). Misalkan kamu lagi berdiri di atas “bumi” dan memegang kabel berarus listrik, maka yang terjadi adalah arus listrik akan “melewati” tubuh kamu karena itulah jalan tercepat menuju bumi, alias kamu kesetrum.
Dengan konsep “jalur cepat” tadi, “kesetrum” bisa dihindari dengan cara memotong jalan, seperti dengan menggunakan sendal karet atau benda insulator lainnya.
http://b0cah.org/index.php?option=com_content&task=view&id=242&Itemid=56
EFEK KESETRUM
Listrik bertegangan bisa menimbulkan kerusakan tergantung dari seberapa besar arus atau tegangannya. Berikut ini contoh akibat yang dapat ditimbulkan dari kesetrum:
|
Current Level |
Effect |
|
1 mA |
Sensation that shock is occurring |
|
5 mA |
Upper limit of safe or harmless range |
|
10-20 mA |
Let-go threshold: flexor muscles are stronger than the extensor muscles; subject cannot shake loose from the shock source; perspiration |
|
30-40 mA |
Tetany: sustained muscle contraction and cramping |
|
50-70 mA |
Extreme pain, physical exhaustion, fainting, irreversible nerve damage; possibility of ventricular fibrillation (heart); respiratory arrest with possible asphyxiation |
|
100 mA |
Ventricular fibrillation (heart) and death if the current passes through the body trunk |
|
>100 mA |
Fibrillation, amnesia, burns, severe electrolysis at contact sites |
|
>5 A |
Little likelihood of survival |
Electric Shock Current Levels and Physiological Effects (AC 60 Hz)
LEBIH BAHAYA KESETRUM AC ATAU DC?
Direct current (DC) bergerak dengan gerakan kontinu melalui konduktor. Ini membuat DC dapat menyebabkan muscular tetanus dengan mudah. Alternating current (AC) gerakannya bolak-balik (seperti gelombang sinus) sehingga ada saat-saat tertentu otot yang sakit karena kesetrum merasa rileks (saat arus “berada pada titik nol”). Saat otot rileks tersebut, orang yang kesetrum punya kesempatan untuk melepaskan diri dari sumber listrik. Dengan demikian, DC dapat membuat korban kesetrum “froze on the circuit” yang menyebabkannya lebih berbahaya daripada AC.
Walaupun demikian, AC lebih mungkin menyebabkan jantung korban dalam kondisi fibrillation. Setelah kesetrum, “frozen” heart lebih mungkin berdenyut normal kembali daripada fibrillating heart. Dengan berdasarkan pada hal ini, peralatan “defibrillating” yang digunakan unit gawat darurat di rumah sakit menggunakan DC.
Jadi, kesimpulannya… kesetrum AC maupun DC sama-sama berbahaya, tergantung besar tegangannya.
http://www.allaboutcircuits.com/vol_1/chpt_3/2.html
BURUNG-BURUNG KOK GA KESETRUM?
Terkait dengan pengertian kesetrum, burung-burung yang bertengger di kabel ga kesetrum karena mereka bukanlah “jalan tol” bagi arus listrik untuk menuju bumi. Mereka ibarat jalan buntu (burung tidak memberi jalan dari kabel ke tanah).
Satu hal lagi, kaki-kaki burung juga relatif berjarak dekat, sehingga tidak ada perbedaan energi antara kaki satu dengan yang lainnya. Dalam beberapa kasus, jika kita kebetulan berada di alam terbuka dengan hujan lebat dan disertai petir, janganlah berlari, karena “tegangan langkah” yang terjadi antara kedua kaki kita akan memberikan ancaman jika kebetulan ada petir menyambar pohon tidak jauh dari tempat kita. Arus listrik yang lewat di bawah kita akan “berpindah” dari kaki satu ke kaki yang lain, dan kita pun “kesetrum”
http://b0cah.org/index.php?option=com_content&task=view&id=242&Itemid=56